Sabtu, 13 Maret 2010

Bagaimana Cara Memilih Pemutih yang Aman?

Anda tertarik untuk memiliki produk pemutih yang aman?
tapi masih bingung...
Ada lagi gak, zat-zat berbahaya di dalam pemutih, selain yang disebutkan pada posting sebelumnya?

Sebentar...

Sebelumnya, Anda harus memahami dulu bahwa pada dasarnya, produk pemutih kulit itu bekerja dengan 2 cara

Dengan menyerap sinar matahari, sehingga bisa mencegah kulit Anda bertambah gelap.
Dengan cara mengurangi produksi melanin, melanin adalah pigmen di kulit yang bertanggung jawab akan proses penghitaman kulit. Cara ke-dua ini bekerja dengan menghambat tirosinase, enzim yang terdapat dalam sel-sel pigmen yang memproduksi melanin.

Saat ini, di pasaran banyak produk pemutih yang mengandung Hidrokuinon, Tretinoin, ada juga yg mengandung merkuri, seperti yang telah dibahas pada posting sebelumnya.
Selain itu, di sekitar Anda juga ada pemutih yang mengandung: Vitamin C (Ascorbic acid), Asam Kojat (Kojic acid), AHA (alpha hydroxy acid), Asam Azealat, serta Arbutin

Dari zat-zat tersebut, manakah zat yang aman terdapat dalam kosmetik?
Anda harus jeli dalam memilih produk yang Aman untuk Anda

Tetap membaca ya…


Arbutin
Arbitin ini diturunkan dari daun bearberry, cranberry, mulberry (arbei) atau Blueberry. Arbutin juga terdapat pada sebagian besar buah Pir. Belum ada peraturan yang menyebutkan berapa kadar Arbutin yang diperbolehkan terdapat dalam kosmetik, jadi memang belum diketahui secara pasti berapa kadar efektif dari arbutin ini untuk memutihkan kulit

Bagaimana dengan keamanannya?
Belum ada sejumlah riset yang signifikan yang menyatakan bahwa ekstrak tumbuhan yang mengandung arbutin membahayakan kulit, apalagi jika digunakan dalam jumlah yang sedikit di dalam kosmetik.

Alpha hydroxy acids
Ada beberapa macam Alpha hydroxy acids (AHAs). Bentuk asam laktat (lactic acid) dan asam glikolat (glycolic acid) adalah bentuk-bentuk AHA yang sering diteliti, karena ukuran molekulnya yang kecil, yang membuatya efektif melakukan penetrasi di kulit.

Tetapi pada kadar 4% sampai 15%, AHA tidak efektif menghambat produksi melanin, sehingga tidak akan memutihkan dan mencerahkan wajah Anda. Tapi, AHA dipercaya dapat menghambat laju perubahan sel dan menyingkirkan lapisan kulit yang kurang sehat dan abnormal, melalui pengelupasan kulit, dimana sel-sel kulit yang menghitam berkumpul..

Riset yang lain menyebutkan bahwa AHA bisa juga digunakan sebagai pemutih. Biasanya digunakan kadar yang cukup tinggi, yaitu di atas 50% untuk memutihkan kulit. Tetapi tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya Perawat kulit yang Qualified sajalah yang bisa melakukan pengelupasan kulit wajah tersebut (peeling)

Asam Kojat (Kojic acid)
Asam kojat merupakan produk sampingan dari fermentasi beras pada produksi sake (wine Jepang dari beras). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam kojat efektif menghambat produksi melanin.
Tapi, asam kojat ini tidak stabil jika diformulasikan dalam kosmetik. Ekspose cahaya matahari dan udara terbuka membuatnya menjadi kecoklatan dan kehilangan efektivitasnya.

Saat ini banyak perusahaan kosmetik yang menggunakan Kojat-di-palmitat sebagai alternative dalam formulasi kosmetik karena sifatnya yang lebih stabil. Tapi sebenarnya, tidak ada riset yang menunujukkan bahwa kojat-di-palmitat bisa seefektif asam kojat, meskipun dia juga bersifat antioksidan

Lebih jauh lagi, ternyata terdapat penelitian bahwa Asam kojat bisa memiliki sifat karsinogenik (carcinogenic) dalam kadar tinggi. Wah….

Asam Azelat (Azelaic acid)
Asam azelat dihasilkan oleh biji-bijian seperti gandum dan barley. Biasanya digunakan dalam kosmetik dengan kadar konsebntrasi 20%. Biasanya asam azelat digunakan untuk perawatan terhadap jerawat, tapi ada penelitian yang menyebutkan bahwa zat ini juga efektif untuk memutihkan kulit. Riset lain menyebutkan bahwa asam azelat ini bisa menghambat produksi melanin.

Vitamin C
Nama lainnya adalah asam askorbat (ascorbic acid). Magnesium ascorbyl phosphate, L-ascorbic acid, ascorbyl glucosamine adalah variasi bentuk dari vitamin C, yang stabil dan berperan sebagai antioksidan yang efektif bagi kulit.

Baru sedikit penelitian yang menyebutkan bahwa vitamin C mampu menghambat produksi melanin. Akan tetapi, konsentrasi yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah vitamin C sebesar 5%. Kadar vitamin C sebesar itu jarang sekali digunakan dalam formulasi kosmetik.
Tetapi bagaimanapun juga Vitamin C dalam kosmetik relaif jauh lebih aman dari pada zat-zat lain :)

Glutathione
Glutathione merupakan salah satu asam amino. Sifat sebenarnya adalah antioksidan, seperti vitamin C. Akan tetapi, efek samping dari konsumsi glutathione adalah pemutihan kulit. Jika Anda mengkonsumsi glutathione sebanyak 2-4 tablet setelah minum vitamin C 1,000 - 2,000 miligram setelah makan. Wah kalau penggunaan seperti ini bukan termasuk kosmetik ya…


Anda perlu memilih produk pemutih yang juga mendorong peningkatan immunitas kulit supaya lebih mudah terserap dalam kulit. Produk produk tersebut hanyalah suplemen saja untuk mencegah penghitaman kulit.
Selain itu Anda juga harus tetap mkelakukan perawatan rutin harian. Anda juga harus tetap memakai krim atau lotion serta krim mata.

Nah.. dari artikel di atas, sekarang Anda pasti bisa menentukan pemutih yang mengandung zat apa yang Aman dikonsumsi.
Jika Anda Tertarik mendapat pemutih yang Aman? Coba lihat katalog beriku ini
Produk Pemutih yang ditawarkan pada katalog edisi maret ada yang mengandung ekatrak cranberry, ekstrak mulbery (keduanya mengandung Arbutin), ekstrak licorice, dan Vitamin C

Jika ada pertanyaan, Anda bisa kirim ke sini
dengan senag hati saya akan menjawab pertanyaan Anda :)


0 komentar:

Poskan Komentar

Artikel ini bermanfaat bagi Anda?
atau memiliki komentar dan pertanyaan seputar hal ini?
Anda bisa menuliskan komentar di sini..
Makasiiih... :)